Saturday, May 14, 2011

pembicaraan dengan Joko yang membuat titik terang

Akhirnya bisa sharing ama Joko tentang beberapa hal...

Entah kenapa tiap ketemu dia selalu mendapatkan quality time yang maksimal.. suka ;)

Sekalian aku sharing2 tentang pertanyaan2 yang nggak penting sampai pertanyaan2 yang cukup mengganjal pikiranku belakangan ini..

PERTAMAX,

Hari berganti hari aku semakin merasa perubahan fisik yang lumayan ekstrim.

Bukannya aku sok karena jadi kurus, tapi aku beneran nggak diet dan segala macem, biologically emang set slim down keknya.

Terasa jari semakin lentik, kulit semakin halus, tulang pipi dan rahang semakin kuat, pergelangan tangan kelihatan tulangnya. Kaki jadi agak lurus.. pas aku sharing2 ke temen, katanya emang perubahan umur kayaknya J

KEDUA,

Itu adalah tentang perbedaan.

My problem is.. if some conversation always ended with generalisatioin, apakah itu tandanya bagus?

Dr Joko menjawab, tergantung topicnya, kalo emang pendapat tidak bias disatuin, generalisation yang nggak bagus, berarti orangn yg mengeneralisasi itu takut akan kritikan dan menghindari masalah. Lalu diya tanya lagi: “emang generalisasi itu kayak gimana nad?

ya kaya ‘ semua orang kan punya pendapat beda beda’

Lalu diya bilang, "itu bukan suatu generalisasi, kalo itu adalah sebuah jawaban, tandanya dia mengerti bahwa nggak setiap orang harus memaksakan kehendak, dan punya pendapat masing2."

"Tapi bukannya itu namanya perbedaan? Kalo setiap pembicaraan selalu nggak bias ketemu, gimana bisa disatukan?"

Dr Joko Menjawab: "Perbedaan emang nggak harus disatukan, namun bisa sejalan. Yang diperlukan itu hanya saling menerima perbedaan itu, dan memhami bahwa dengan perbedaan itu kita jadi bisa menerima orang lain."

"Nah kalo perbedaannya seumur hidup gimana?"

Joko bilang : "Yah itu mah salib elu!"

Serentak aku ngakak! Gila nie orang nyumpahin aku kali mikul salib.

eh salib itu nggak selalu jelek lho, justru kamu bisa belajar banyak dari memanggul salib itu..”

Bener juga kata nich orang… salib memang berat, tapi itulah tantanggannya dari hidup, maka kita bisa gain something”

KETIGA,

tentang decerment…

Aku bilang sama Joko, aku orangnya nggak perfectcionist, tapi aku pengen semunya smooth and no failure, aku juga bingung apakah itu termasuk perfectcionist ato ngga? Soalnya aku peraya Tuhan kan nggak akan kasih kita maut. Lalu Joko menjawab.

Kamu harus bisa membedakan antara suara Tuhan dan suara hati. Rancangan Tuhan itu bukan rancangan kecelakaan, tapi kan Tuhan juga nggak bilang kalo rancangannya itu mulus2 aja, kadang pencobaan dan kegagalan itu di adakan suapaya kita lebih dekat dengan Tuhan. Yang jelas sama Tuhan itu nggak mungkin Fail.

Nah aku belajar 2 hal yang penting, yang sebenarnya bukan hal baru, dan aku tau, namun karena peridoks2 baru yang menutup pikiranku akhirnya aku lupa tentang hal ini.

Thanks Joko karena sudah mengingatkan J

No comments: