Wednesday, May 27, 2009

Mengenang seorang sahabat

Saat aku SMA, aku bertemu seorang remaja yang ramah,periang, dan penuh bakat
karena sikapnya itu, kami berdua gampang akrab..
hingga waktu tidak berbasa basi,
menghadiahkan sebuah persahabatan buat kami.

bernyanyi bersama, menghabiskan waktu berdua adalah kegiatan kami
bahkan aku rela menghantarkan diya sampe rumahnya yang jauh dari kota..
kami melewati banyak waktu kelam dan bahagia,
dan aku berjanji, apapun yang terjadi aku akan selalu ada disampingnya untuk mendukungnya

hingga akhirnya dia menguak rahasia yang selama ini ia sembunyikan
karena tubuhnya yang mungil tidak sanggup lagi menahan derita sendirian
ia tak sanggup berlari, sering pingsan, dan sesak napas..
ternyata ia punya penyakit jantung bocor bawaan.

setiap hari ia harus melalui ketidak pastian, apakah jantungnya masih bisa terus berdetak
segala cara telah diupayakan sejak dahulu..ke dokter,terapi, minum obat.
kata dokter diya harus selalu mennjalani rutinitasnya, sekali teledor akan menimbulkan maut.
namun kadang diya membandel ...
karena bosan dengan semua medical yang mengisi rutinitasnya.
mana mungkin seorang remaja yang belum genap 17 tahun tidak bosan dengan semua ini??!
dimana teman2 asik bermain bercanda menghabiskan waktu dan tenaga..,
sahabatku harus beristirahat agar jantungnya tetap memberikan diya hidup.

namun manusia memiliki batas kesabaran, remajapun ingin menikmati kehidupan secara normal
dan..,
disaat itulah kondisinya melemah, tak terkontrol..
hingga cuman sebuah keajaiban bisa menyembuhkannya

Ia pesimis,
tiap guru bertanya tentang universitas mana yang mau ia tuju, Diya selalu tak berani memberi kepastian
karena dia pesimis akan masadepannya...
Ia pesimis bahwa Ia bisa bertahan hingga kami lulus SMA.
Ia pesimis akan ada hari esok untukknya.

Sampai akhirnya, Tuhan memberikan dia kesempatan....
Ia melewatkan maut untuk kesekian kalinya.

Aku bisa merasakan apa yang diya rasakan.
hampir setiap hari aku harus siap menghabiskan waktu istirahat sekolah untuk menemaninya di UKS
setiap hari harus sering mengingatkan diya untuk minum obat, tidak makan sambel kesenangnnya, walau kadang diya membangkang
tiap hari aku harus siap... kehilangan seorang sahabat yang mengukir sejuta kenangan di kehidupanku

sahabat..apa kabar kau diseberang sana??
aku berharap kita bisa bertemu dalam waktu dekat.






1 comment:

febri :) said...

wah. siapa ce nad? wish all the best for her/him! :)